SELAMAT DATANG DI BLOGS SAYA

Jumat, 28 Juni 2013

India Bangun Prototipe Tejas MK.2

Tejas MK.1
India melalui perusahaan kedirgantaraannya Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah memulai tahapan untuk pembangunan prototipe pertama dari pesawat tempur Tejas MK.2, ukurannya sedikit lebih besar dan kemampuannya lebih baik dibanding Tejas MK.1.

HAL akan menggunakan mesin turbofan F414-GE-INS6 pada Tejas MK.2. Program Tejas MK.2 setidaknya telah dianggarkan sebesar US$542 juta, yang terdiri dari pengembangan rekayasa skala penuh. Angkatan udara India (IAF) berencana untuk memiliki 83 pesawat Tejas jenis ini.

Tejas adalah pesawat tempur ringan (LCA-Light Combat Aircraft) generasi keempat buatan HAL dan merupakan pesawat tempur pertama buatan India. Pesawat ini secara resmi diberi nama Tejas yang diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya cahaya. Harga per unitnya sekitar US$31 juta.

Tejas mulai dikonsep pada tahun 1975 akan tetapi proyek gagal karena ketiadaan untuk mendapatkan mesin yang diinginkan Angkatan Udara India (IAF) dari negara luar. Proyek Tejas kemudian dilanjutkan lagi di tahun 1983. Tejas awalnya diproyeksikan untuk menggantikan pesawat tempur MIG-21 yang sudah digunakan sejak tahun 1970 dan sudah habis masa pakainya sejak tahun 1995.

Karena berbagai penundaan, ditambah lagi embargo komponen-komponen karena tes senjata nuklir India pada tahun 1998, akhirnya Tejas baru terbang pada 4 Januari 2001 dengan komponen yang dibuat sendiri.

Layaknya Dassault Rafale Perancis, Tejas juga menggunakan desain sayap Delta. Sebagai pilihan awal, HAL menggunakan mesin jet General Electric F404-GE-IN20 buatan Amerika sebagai powerplant sementara hingga mesin jet turbofan buatan mereka sendiri yaitu KAVERI GTRE GTX-35VS. Karen ambisiusnya India untuk mendapatkan jet tempur buatan sendiri, sekitar 35 komponen avionik mereka buat sendiri dan hanya melibatkan 3 kontraktor asing untuk beberapa komponen.

Korut Luncurkan Roket, AS Pantau dengan Kapal Perusak

Fasilitas pelincuran roket Korea Utara

Awal Desember lalu Korea Utara mengumumkan akan kembali menguji coba roket jarak jauh sebelum akhir bulan setelah upaya terakhirnya gagal. Diperkirakan ini akan terjadi antara 10 Desember hingga 22 Desember.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh New York Times, Komandan Pasukan Amerika Serikat di wilayah Pasifik saat ini sedang mereposisi kapal perang yang dilengkapi dengan radar canggih dan sistem pertahanan rudal balistik guna memantau peluncuran roket Korea Utara.

Adalah USS Fitzgerald dan Benfold yang merupakan kapal tipe perusak kawal rudal dikabarkan sudah menempati posisinya guna memantau aktivitas roket Korea Utara.

Dalam sebuah konferensi pers di Pentagon, seorang petinggi Angkatan Laut AS memang menyinggung soal reposisi kapal perang guna memonitor peluncuran dan untuk mengetahui lebih banyak lagi aktivitas roket Korea Utara. Berbicara soal reposisi ini, dia mengatakan "Ini sangat logis bahwa kita memindahkan mereka (kapal perang), karena kita memiliki kesadaran situasional yang baik."

Dia melanjutkan soal sistem yang ada di kapal perang tersebut: Sistem ini bertujuan untuk memantau rudal-rudal balistik, kita dapat mengetahui posisi mereka saat melakukan itu. Roket sedang meluncur kemana, apakah menimbulkan ancaman atau tidak. Dengan reposisi kapal perang ini setidaknya akan menghilangkan kekhawatiran sekutu-sekutu AS (Korsel dan Jepang) di wilayah tersebut.

Sukhoi Su-30SM Pertama untuk AU Rusia

Sukhoi Su-30SM
JSC Irkut Corporation (bagian dari JSC United Aircraft Corporation) menyerahkan 2 Fighter Sukhoi Su-30SM untuk Angkatan Udara Rusia. Penyerahterimaan ini ditandatangani secara resmi pada 22 November lalu di pabrik kedirgantaraan Irkutsk - cabang JSC Irkut Corporation.

Oleg Demchenko, Presiden JSC Irkut Corporation, pada upacara penandatanganan mengatakan: "Kami telah mengekspor selama bertahun-tahun, dan sekarang kami mulai untuk memberikan pesawat ke Tanah Air. Sembilan pesawat baru kami Yak-130 telah terbang di pusat pelatihan Borisoglebsk sampai saat ini, dan sekarang kami memberikan 2 Sukhoi Su-30SM pertama untuk Angkatan Udara Rusia. Ini merupakan peristiwa bersejarah bagi tim kami, perusahaan Sukhoi, dan untuk United Aircraft Corporation Serikat secara keseluruhan ".

Alexander Harchevsky, Kepala pusat penelitian dan pelatihan Militer, mengatakan "Su-30SM akan menambah kemampuan tempur Angkatan Udara Rusia". Harchevsky adalah seorang pilot militer kondang, yang telah memiliki pengalaman dalam merintis berbagai jenis fighter Rusia, menyebutkan Su-30SM dapat menghancurkan beberapa sasaran di saat yang bersamaan dan manuvernya yang super. "Pesawat ini sangat penting untuk digunakan oleh Angkatan udara Rusia, bukan dalam jumlah unit, tapi skuadron," pungkas Harchevsky.
Sukhoi Su-30SM

Jet tempur multiguna super-manuver Sukhoi Su-30SM merupakan pengembangan lebih lanjut dari keluarga pesawat tempur Su-30MK. Spesialis dari Biro Desain Sukhoi JSC merancang pesawat ini dengan sistem radar, radio, sistem rekognisi, kursi ejeksi (lontar) dan sejumlah sistem pendukung yang sesuai dengan kebutuhan Angkatan Udara Rusia. konfigurasi persenjataan juga dirubah.

Kontrak untuk pengiriman 30 unit Su-30SM pada tahun 2015 telah ditandatangani antara Menteri Pertahanan Rusia dan JSC IRKUT Corporation pada bulan Maret 2012.

Senapan Serbu Kalashnikov Terbaik di Dunia

Vladimir Putin telah mendukung ide penggabungan perusahaan Izhmash dan Izhmekh sebagai bagian dari Russian Technologies State Corporation dan di bawah nama merek Kalashnikov. Foto: Seorang wanita muda memegang senapan serbu Kalashnikov AK-103 yang dilengkapi dengan TN-1 thermal imaging sight pada Pameran Internasional Polisi dan Peralatan Militer (Interpolitex 2012) di Moskow.
(Foto: RIA Novosti/Vladimir Astapkovitch)


Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin dengan AK
Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin yang menyuarakan inisiatif ini (penggabungan Izhmash dan Izhmekh) juga mengatakan ia berencana untuk melakukan usaha yang tegas guna melindungi hak cipta senapan buatan Rusia ini di pasar global.
(Foto: RIA Novosti/Sergey Mamontov)


Senapan serbu Kalashnikov
Senapan serbu Kalashnikov dikembangkan pada tahun 1947, dan diadopsi oleh Angkatan Bersenjata Soviet tiga tahun kemudian (1950).
(Foto: RIA Novosti/Alexandr Kryzahev)


Senapan populer Kalashnikov
Senapan serbu Kalashnikov merupakan salah satu senapan yang paling dapat diandalkan dan populer di dunia.
(Foto: RIA Novosti/Pavel Lisitsin)

AK-47 handal dan simpel
Keunggulan dari senapan serbu Kalashnikov adalah kehandalan dan kesederhanaan teknologinya.
(Foto: RIA Novosti/Sergey Kuznetsov)


Sang penemu AK-47
Mikhail Kalashnikov, penemu dari senapan serbu legendaris AK-47. Secara resmi, namanya telah digunakan dalam nama merek varian dan generasi selanjutnya dari AK-47.
(Foto: RIA Novosti/Ruslan Krivobok)

Kalashnikov
Senapan serbu ini setidaknya telah diadopsi oleh 50 Angkatan Bersenjata di dunia.
(Foto: RIA Novosti/Denis Gukov)


Varian Kalashnikov
Lebih dari 70 juta senapan serbu Kalashnikov telah diproduksi sejak 1947, termasuk berbagai varian modifikasinya.
(Foto: RIA Novosti/Igor Zarembo)


Amunisi Kalashnikov
Izhevsk Mechanical Plant (Izhmekh) adalah perusahaan multi-peran utama Rusia dengan rekayasa teknik state-of-the-art,  metalurgi, instrumen dan teknologi mikroelektronika. Perusahaan ini memproduksi perlengkapan dan alat untuk sipil dan militer, antara lain packing equipment, peralatan listrik, peralatan dapur, peralatan minyak dan gas, peralatan medis dan coran baja presisi tinggi.
(Foto: RIA Novosti/????? ??????)


Peluru Kalashnikov
The Izhmash Scientific and Production Association (NPO), di mana Russian Technologies State Corporation memiliki saham mayoritas disini, mengembangkan dan memproduksi berbagai macam produk militer dan sipil, termasuk Kalashnikov dan senapan serbu Nikonov, senapan mesin ringan, senapan sniper, peluncur roket, senjata pesawat, serta sistem pandu artileri.
(Foto: RIA Novosti/Sergey Kuznetsov)

Komisi I Pertanyakan Pembelian Alutsista dari Jerman

Presiden SBY dan Ibu Ani meninggalkan Jerman melalui Bandara Tegel, Berlin, untuk menuju Hungaria, Rabu (6/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin mempertanyakan sikap dan tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memborong sejumlah alutsista saat melakukan lawatan ke Berlin, Jerman. Sebab, selama ini dalam pembahasan dengan Komisi I, Kementerian Pertahanan tidak pernah menyinggung rencana pembelian alutsista dari Jerman ini.

"Sehingga kita pertanyakan, sumber pembiayaan itu akan diambil dari mana. Karena di APBN belanja alutsista dari Jerman itu belum dianggarkan. Kalau itu dibeli melalui pembiayaan pinjaman luar negeri, kan tetap saja mesti dibahas di DPR dulu," tukasnya di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2013.

Menurut dia, tindakan SBY itu tidak bisa dilakukan sepihak. "Kalau gitu buat apa ada DPR, kalau Pemerintah selalu memutus sepihak seperti itu," tandas Hasanuddin.

Politisi PDI-Perjuangan ini mengaku khawatir jika program pembangunan modernisasi postur pertahanan minimum (MEF) yang telah ditetapkan dan dijadwalkan bersama antara DPR dan pemerintah, akan meleset dari sasaran. Jika pihak pemerintah selalu mengambil keputusan sepihak, suatu saat jika bermasalah dan tidak bisa dipergunakan, jelas pertanggungjawaban menjadi sulit. Termasuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggarannya.

"Ini yang sesungguhnya kita khawatirkan. Karena kenyataannya pemerintah telah beberapa kali memutuskan sepihak dalam belanja alutsista itu. Dan posisi Komisi I menjadi sulit, antara menyetujui atau menolaknya. Karena barang sudah dipesan dan kontrak pengadaan sudah jalan," tuturnya.

Adapun kontrak pembelian MoU yang dilakukan Presiden SBY di Jerman itu, kata Hasanuddin, masih terkait dengan pembelian 103 Tank Kelas Berat (MBT), 50 Tank Marder (medium tank), dan 18 pesawat latih Grob.

Khusus pesawat latih, DPR ingin tahu berapa harganya, dan sumber keuangannya dari mana. Karena Pemerintah baru saja memborong pesawat latih T-50 satu skadron dari Korea Selatan. Itu sudah selesai untuk Renstra (rencana strategis) sampai dengan 2014. Prinsipnya, yang dibeli itu tidak masuk dalam Renstra, apakah itu telah sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

Sebelumnya diberitakan, dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono ke Berlin, Indonesia menjajaki kerjasama alutsista dengan Jerman.

Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan dalam waktu dekat, tambahan alutsista berupa Tank Marder dari Jerman akan segera tiba, untuk melengkapi 103 Leopard dari Jerman. Tank medium untuk pengangkut pasukan tersebut akan melengkapi alat-alat tempur pasukan Indonesia.

"Jadi dengan ini kita memiliki satuan yang lengkap, ada tank yang light (ringan), medium (sedang), dan main atau heavy (utama atau berat)," katanya.

Jerman Pastikan Jual 164 Tank ke Indonesia

Leopard Revolution
 
Kanselir Jerman Dr. Angela Merkel telah memberikan lampu hijau kepada pabrikan senjata Rheinmettal AG yang berbasis di Dusseldorf untuk menjual 164 tank ke Indonesia, diungkapkan oleh seorang juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman. Namun, tidak disebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan Indonesia untuk mengakuisisi 164 tank tersebut.
 
Kesepakatan penjualan ini terdiri dari 104 tank Leopard 2 dan 50 kendaraan tempur infanteri tank Marder 1A2s berikut amunisinya, 4 kendaraan lapis baja recovery, 3 kendaraan lapis baja (peluncur) jembatan, dan 3 kendaraan lapis baja penggusur tanah yang dikenal di Jerman sebagai "Pioneer tank."
 
Dikutip dari Der Spiegel, pemerintah Jerman tidak mengungkapkan apakah tank-tank tersebut baru atau bekas pakai tentara Jerman. Sebelumnya Der Spiegel yang melaporkan ekspor tank ke Indonesia mengutip dokumen pemerintah Jerman.

Dewan Keamanan Nasional Merkel memutuskan lisensi untuk ekspor senjata tersebut dalam pertemuan tertutup dan biasanya tidak akan diumumkan hingga rinciannya dirilis dalam laporan tahunan ekspor pertahanan. Hal ini terungkap setelah anggota parlemen dari partai oposisi Greens Katja Keul secara resmi mengajukan pertanyaan kepada pemerintah Jerman terkait rencana penjualan tank ke Indonesia.

Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sebelumnya memang telah mengindikasikan akan membeli 130 tank Leopard dari Rheinmettal AG sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI senilai 15 miliar dolar untuk lima tahun (2010-2014) saat kunjungan Merkel ke Indonesia pada 2012 lalu. Nilai perkiraan awal pada saat itu adalah 280 juta dolar untuk 130 tank.

Partai-partai oposisi di negara yang pernah memiliki kekuasaan kolonial di Indonesia, Belanda, sebelumnya telah menolak pengajuan untuk membeli tank Leopard yang diusulkan oleh Indonesia dengan alasan khawatir akan digunakan Indonesia untuk melanggar HAM.

Steffen Seibert, juru bicara Merkel, membela kesepakatan penjualan dengan Indonesia dengan mengatakan bahwa Indonesia adalah "negara mitra penting" yang sebelumnya telah mengimpor peralatan pertahanan buatan Jerman.

"Indonesia, dalam pandangan pemerintah Jerman, sejak 1998 mengalami perubahan politik mendalam menuju sistem politik demokratis," katanya, "Upaya reformasi pemerintah Indonesia terus berlangsung."

Dia ingat perkataan Merkel, saat kunjungan Presiden Indonesia ke Berlin Maret lalu, yang memuji Indonesia adalah teladan bagi keragaman beragama. Saat kunjungan ke Indonesia pun Merkel mengungkapkan beberapa alasan Jerman mau menjual alutsista kepada Indonesia, diantaranya : pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin meningkat dan Indonesia bukan negara pelanggar HAM.

Pemerintahan Merkel telah mempromosikan penjualan senjata ke negara-negara yang dianggap mitra strategis dan baru-baru ini juga telah disetujui penjualan senjata ke Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab yang dianggap kontroversial. Isu penjualan senjata memang isu kritis di Jerman.

Tank Leopard 2 saat ini dianggap sebagai salah satu tank yang paling canggih di dunia. Diproduksi oleh Krauss Maffei Wegmann-(KMW) sebagai penerus tank Leopard 1, beberapa varian telah dibuat untuk Angkatan Darat Jerman selama operasi tempur sejak tahun 1979.

Air Force One Dijual,,,,!!!

Air Force One DC-9
Sayangnya, judul tidak mengacu pada Boeing 747 full modifikasi (VC-25 bagi Angkatan Udara AS) yang digunakan oleh Presiden Obama saat ini dan mungkin akan terus melayani administrasi AS untuk waktu yang lama sebelum pensiun atau diganti.

Namun, jika Anda memiliki 50.000 USD atau sekitar 486 juta rupiah di saku, Anda bisa membeli pesawat yang dimaksud. Pesawat ini sebelumnya digunakan sebagai Air Force One (presiden) dan Air Force two (wakil presiden). Lelang dimulai pada 15 Mei dan ditutup pada 30 Mei.

Pesawat apa yang kita bicarakan?

DC-9C dengan nomor registrasi N681AL, bagian dari 89th Airlift Wing yang terbang sejak Februari 1975 hingga September 2005. Pesawat ini setidaknya telah melayani 5 Presiden Amerika Serikat yaitu Gerald Ford, Jimmy Carter, Ronald Reagan, George H.W. Bush, Bill Clinton dan George W. Bush dan banyak delegasi asing dari negara lain.

Mengapa menggunakan DC-9 ketika Anda sudah memiliki Boeing 747?
Karena DC-9 tidak memerlukan landasan pacu yang panjang seperti Boeing 747. Itulah alasan AS menggunakan pesawat ini.

DC-9 memiliki 32 kursi di kabin utama, dan 10 kursi di kabin VIP. Tidak seperti VC-25, DC-9 tidak memiliki ruang kantor dan ruang konferensi. Para profesional media sebenarnya banyak yang tidak menyukai DC-9 karena kursinya yang tidak nyaman. Bagi para wartawan, tidak ada tempat yang nyaman di DC-9, kabin wartawan tidak seperti Boeing 747 yang luas.

Jika Anda berencana untuk membeli pesawat tua ini (terserah untuk apa) sebelum bidding dimulai, segeralah tinggalkan deposit 50.000 USD di Phoenix / Mesa Gateway, AS. Saat ini DC-9 diparkir di hanggar bandara Phoenix di Mesa, Arizona. Pembeli sebelumnya harus mengatur janji untuk melihat pesawat tersebut. Pembeli nantinya juga harus menanggung biaya pemindahan pesawat itu dari hanggar.