SELAMAT DATANG DI BLOGS SAYA

Selasa, 02 Juli 2013

Mengapa Orang Papua Ingin Merdeka?



Permasalahan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah terjadi sejak permulaan integrasi Papua ke dalam NKRI. Proses integrasi yang dipaksakan melalui penentuan pendapat rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 sesungguhnya tidak adil karena hanya melibatkan 1.045 orang. Dari jumlah tersebut tidak semuanya orang Papua. Bahkan ironinya, hampir semua peserta PEPERA dikondisikan untuk memilih bergabung dengan NKRI.

Setelah diintegrasikan fase berikutnya adalah operasi militer dan intelejen untuk menghancurkan rakyat Papua yang berideologi lain. Kelompok-kelompok masyarakat yang mencoba menyuarakan keadilan di atas tanah Papua dihancurkan secara sistematis. Atas nama keutuhan NKRI, pembunuhan, penghilangan dan pemerkosaan terhadap rakyat Papua dilegalkan.

Fase selanjutnya adalah eksploitasi sumber daya alam dan transmigrasi. Sumber daya alam, terutama hasil hutan, hasil laut, tambang dan minyak bumi dikeruk. Pada waktu yang bersamaan, dengan alasan demi pemerataan penduduk, ribuan orang didatangkan ke tanah Papua melalui program transmigrasi.

Eksploitasi sumber daya alam di tanah Papua terus berlangsung, sementara manusia Papua terabaikan bahkan terlupakan. Akibatnya, setelah 43 tahun (1969-2013) manusia Papua tetap terbelakang. Bahkan penduduk dan orang Papua yang berdiam di tanah ini tercatat sebagai manusia termiskin di Indonesia. Ironi yang tidak dapat diterima dengan akal sehat, sebab Papua terkenal sebagai pulau terkaya di Indonesia bahkan di seantero jagad, tetapi penduduknya hidup miskin.

Untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat Papua, kita tidak perlu menggunakan aneka teori sosial, sebab ke mana mata memandang, pasti dijumpai orang Papua yang hidup melarat. Perumahan kumuh, tanpa fasilitas yang memadai, pendidikan dan kesehatan yang terbelakang. Akibatnya mata rantai kebodohan terus berlanjut. Dan lebih tragis lagi kondisi kesehatan orang Papua yang sangat memprihatinkan. Kehidupan ekonomi orang Papua berada jauh di bawah kaum imigran yang menguasai semua sektor ekonomi.

Jurang kesenjangan sosial dan ekonomi yang sangat dalam tentu menimbulkan gesekan yang sering digiring ke ranah politik. Setiap kali orang Papua mengekspresikan kekecewaan atas berbagai bentuk ketidakadilan yang dialaminya, selalu diberi stigma makar.

Orang Papua pantas berteriak dan memperjuangkan nasibnya karena setelah sekian puluh tahun digabungkan dengan Indonesia, mereka tidak mengalami kemajuan apa pun. Pembangunan yang dilakukan di Papua dinikmati oleh kaum imigran yang tinggal di kota-kota di Papua. Sementara orang Papua yang semakin termarginal tidak menikmati apa pun.

Rasa tidak puas akan ketimpangan pembangunan dan lambannya upaya mengentaskan kemiskinan bagi orang Papua menimbulkan aneka gejolak. Namun, sayangnya, setiap gejolak yag muncul selalu ditafsirkan sebagai upaya untuk memisahkan diri dari NKRI. Entah mengapa, Indonesia selalu takut dan alergi terhadap tuntutan orang Papua untuk memisahkan diri? Kalau pembangunan berjalan lancar, kalau saja orang Papua diperhatikan, kalau saja derajat dan martabat hidup orang Papua dihormati, tentu tidak ada suara-suara merdeka/referendum. “Ngapaian orang Papua berteriak merdeka, kalau mereka sudah sejahtera?” Justru keterpurukan hidup yang mereka alami selama ini mendorong mereka untuk memperjuangkan nasibnya yang tidak kunjung berubah.

Sampai saat ini, pembangunan untuk Papua belum memadai. Aneka kebijikan dan peraturan yang dibuat untuk menyejahterakan orang Papua belum mampu membawa perubahan bagi hidup orang Papua. Mengapa? Hal yang tidak dapat disangkal bahwa tidak ada kepercayaan dan penghargaan terhadap martabat manusia Papua sebagai pemilik sah atas tanah Papua. Orang Papua selalu dicurigai. Tidak ada lagi kepercayaan terhadap orang Papua, sebab setiap orang Papua yang memiliki pikiran dan tindakan kritis selalu dicap sebaga separatis.

Bentuk kecurigaan pemerintah Republik Indonesia terhadap orang Papua termanifestasi dalam dan melalui kehadiran aparat militer yang tidak dapat dibendung. Di mana-mana di tanah Papua dibangun pos-pos militer untuk mengawasi gerak hidup orang Papua. Akibatnya, orang Papua tidak merasa nyaman di atas tanahnya sendiri.

Kita patut merenung: “Orang Papua sudah hidup menderita, selalu diawasi, dan diberi aneka stigma negatif. Bagaimana rasanya hidup menderita di atas tanah yang kaya raya? Bagaimana menyaksikan orang lain hidup kaya raya sementara para pemilik tanah ini hidup melarat?”

pengertian facebook

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan Februari 2004, dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc.[5] Pada September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif,[6] lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam.[7] Pengguna harus mendaftar sebelum dapat menggunakan situs ini. Setelah itu, pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman, dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna dengan ketertarikan yang sama, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah atau perguruan tinggi, atau ciri khas lainnya, dan mengelompokkan teman-teman mereka ke dalam daftar seperti "Rekan Kerja" atau "Teman Dekat".
Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa Universitas Harvard, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.[8] Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun. Meski begitu, menurut survei Consumer Reports bulan Mei 2011, ada 7,5 juta anak di bawah usia 13 tahun yang memiliki akun Facebook dan 5 juta lainnya di bawah 10 tahun, sehingga melanggar persyaratan layanan situs ini.[9]
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.[10] Entertainment Weekly menempatkannya di daftar "terbaik" akhir dasawarsa dengan komentar, "Bagaimana caranya kita menguntit mantan kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan bermain Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?"[11] Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 138,9 juta pengunjung bulanan di AS pada Mei 2011.[12] Menurut Social Media Today pada April 2010, sekitar 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook.[13] Meski begitu, pertumbuhan pasar Facebook mulai turun di sejumlah wilayah dengan hilangnya 7 juta pengguna aktif di Amerika Serikat dan Kanada pada Mei 2011.[14]
Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh beberapa pihak administrasi universitas di Amerika Serikat dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.

Jumat, 28 Juni 2013

UJE – BIDADARI SURGAKU




Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesuciaanya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta

kuinginkan dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya

*Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku

Tiada yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku

Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu

*Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku

Engkaulah.....
Bidadari Surgaku

Dan Byrd - Boulevard lyrics





I don’t know why, You said goodbye
Just let me know you didn’t go forever my love
Please tell me why, You make me cry
I beg you please I'm on my knees if that's what you want
me to

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again
Just one more chance, Another dance
And let me feel it isn’t real that I’ve been losing you
This sun will rise, Within your eyes
Come back to me and we will be happy together

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again

Maybe today, I’ll make you stay
A little while just for a smile and love together
For I will show, A place I know
In Tokyo where we could be happy forever

Never knew that it would go so far
When you left me on that boulevard
Come again you would release my pain
And we could be lovers again..

Pakistan Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Hatf-V


Rudal Balistik Hatf-V

Komando Pasukan Strategis Angkatan Darat (ASFC) Pakistan telah berhasil menguji coba rudal balistik jarak menengah produksi  dalam negeri Hatf-V (Ghauri) pada akhir November lalu. Tes penembakan dilakukan di sebuah lokasi yang dirahasiakan Komando Rudal Strategis, yang uji coba ini ditujukan untuk mengecek kesiapan dari rudal balistik tersebut.
Dipantau oleh National Command Centre (NCC), dengan keberhasilan ini berarti menunjukkan semakin kuatnya kemampuan dan keamanan nasional Pakistan. Sebuah sistem persenjataan canggih dengan akurasi yang tinggi telah ditunjukkan oleh personel ASFC pada saat peluncuran.
Dikembangkan oleh Khan Research Laboratories (KRL) di bawah penelitian Program Pembangunan dan Penelitian Rudal Pakistan, Hatf-V adalah rudal balistik yang menggunakan bahan bakar cair, yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga 700 kg dengan jangkauan 1.300 km.
Diklaim sebagai kloning dari rudal Korea Utara Rodong-1, Ghauri telah diproduksi dalam dua varian, Ghauri-I dan Ghauri-II, yang memiliki jangkauan maksimum 2.000 km. Pakistan saat ini memiliki 30 sampai 70 hulu ledak nuklir, serta rudal balistik jarak pendek dan menengah.

AS Khawatirkan Persaingan Senjata di Asia Tenggara


Tank Tempur Utama T-84 Oplot
T-84 Oplot buatan Ukraina, 49 unit telah diakuisisi Thailand
Amerika Serikat tidak menginginkan terjadi perlombaan senjata antarnegara di kawasan Asia Tenggara terkait perkembangan geopolitik terbaru di kawasan ini, termasuk persoalan sengketa di Laut China Selatan.

Negara adidaya tersebut mengharapkan seluruh pembelian senjata oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara adalah bagian dari rencana jangka panjang negara bersangkutan, bukan sebatas reaksi atas apa yang dilakukan negara tetangga.

Demikian diungkapkan Mark W Lippert, Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Keamanan Asia Pasifik (APSA), kepada Kompas, di Jakarta, Senin, 10 Desember 2012. Saat wawancara, Lippert didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel.

Lippert mengatakan, hingga saat ini AS belum melihat perlombaan senjata di negara-negara Asia Tenggara. Menurutnya, kenaikan belanja persenjataan di kawasan itu masih dalam batas wajar terkait pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Negara-negara, seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam, telah berhasil secara ekonomi dan mempunyai kepentingan sah untuk memodernisasi dan memprofesionalkan militer mereka," ujar Lippert.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pertumbuhan belanja militer itu tetap dijaga dalam kerangka rencana jangka panjang yang jelas.

"Kami tidak ingin melihat suatu negara melakukan pembelian (senjata) hanya karena tetangganya membeli (senjata) itu. Kami ingin pembelian itu dilakukan dalam sebuah kerangka perencanaan. Perencanaan yang didasarkan pada situasi ekonomi suatu negara dan kebutuhan keamanan yang terkait," ujarnya.

Peningkatan belanja

Seperti yang diberitakan selama ini, negara-negara di Asia Tenggara seolah sedang berlomba melengkapi angkatan bersenjata mereka dengan persenjataan terbaru. Menurut buku The Military Balance 2012 yang disusun International Institute for Strategic Studies (IISS), belanja sektor pertahanan di kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan naik 4,85 persen dalam periode 2010-2011.

Berikut beberapa alutsista yang dibeli negara Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir:
  • Vietnam, 6 kapal selam kelas Kilo dari Rusia (2009) dan 12 jet tempur Sukhoi Su-30MK2 (2010).
  • Singapura, 2 kapal selam kelas Archer dari Swedia (2011) dan 12 jet tempur F-15SG dari AS (2007).
  • Thailand, 49 tank tempur utama T-84 Oplot dari Ukraina (2011) dan 6 jet tempur Gripen dari Swedia (2010).
  • Myanmar, 20 jet tempur MiG-29 Fulcrum dari Rusia (2009).
Indonesia sendiri kita ketahui tengah dalam proses pembelian tank tempur utama Leopard dari Jerman, 3 kapal selam dari Korea Selatan, dan 24 jet tempur F-16 (upgrade) dari AS.
IISS menyatakan, peningkatan kemampuan militer sebagian negara di Asia Tenggara tidak didasarkan pada rencana modernisasi yang telah mereka umumkan. Alih-alih, mereka diduga meningkatkan belanja militer itu untuk melawan "petualangan" China dan negara-negara tetangganya dalam sengketa di Laut China Selatan.

Bionix, Kendaraan Tempur Infanteri Singapura

Kendaraan tempur infanteri Bionix dikembangkan oleh Singapore Technologies Automotives (sekarang Singapore Technologies Engineering) dan telah digunakan Angkatan Darat Singapura sejak tahun 1999 dalam varian Bionix 25 dan Bionix 40/50.

Bionix II (BXII) mulai digunakan oleh Angkatan Darat Singapura pada bulan Oktober 2006. Bionix II ini dikembangkan secara bersama-sama oleh ST Engineering, Defence Science and Technology Agency (DSTA) dan Angkatan Darat Singapura.

Kendaraan tempur infanteri Bionix
Bionix II, varian terbaru dari kendaraan tempur infanteri Bionix

Kendaraan lain yang masuk dalam keluarga Bionix adalah Kendaraan Lapis Baja Recovery (ARV), yang dilengkapi dengan winch 25t dan derek 30t, dan Kendaraan Lapis Baja Jembatan (AVLB), yang dilengkapi dengan sebuah jembatan MLC30 yang diluncurkan dengan remote control dan Kendaraan Angkut Infanteri (ICV)

Kendaraan Tempur Infanteri Bonix II

Bionix II memiliki lambung umumnya kendaraan tempur infanteri, tetap menggunakan power pack dan suspensi dari varian sebelumnya, namun dilengkapi dengan sistem jaringan manajemen pertempuran digital, ATK mk44 Bushmaster 30mm dual-feed cannon dan paket armor modular. Dua tentara pada turret dan dapat mengangkut hingga sepuluh tentara. Bionix II juga dipersenjatai dengan sebuah senapan mesin koaksial 7.62mm dan sebuah senapan mesin umum 7.62mm.

Bionix II memiliki pengamatan termal siang dan malam hari yang baik, dengan sistem stabilisasi dual-axis untuk meningkatkan pelacakan target. Pengintai lasernya memiliki jangkauan hingga 3 km.

Kendaraan Tempur Lapis Baja Bionix 25

Bionix 25, turret dapat ditempati oleh 2 tentara dan juga dapat mengangkut sepuluh tentara. Bionix 25 dipersenjatai dengan cannon ATK M242 25mm Bushmaster dual-feed dengan stabilisator vertikal dan horizontal. Meriamnya siap menembakkan 180 amunisi 25mm dalam satu putaran ditambah 420 putaran dalam stok amunisi.

Kendaraan tempur infanteri Bionix
Bionix II, mulai digunakan Angkatan Darat Singapura sejak bulan Oktober 2006

Penembak memiliki 8x perbesaran siang dan penglihatan malam termal dengan dua bidang pandang untuk meriam 25 mm. Laser Rangefinder juga dapat ditambahkan untuk penglihatan siang dan malam hari. Kendaraan ini memiliki enam peluncur granat asap 76mm.

Bionix Angkut Pasukan 40/50

Hanya 1 tentara di turret Bionix 40/50. Varian Bionix yang satu ini diproduksi oleh Chartered Industries of Singapore dan dapat mengangkut 11 tentara. Memiliki stasiun senjata kembar dengan peluncur granat 40 mm, senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm.

Turret (Kubah)

Bionix dengan dua tentara pada turret menggunakan turret yang kesemuanya dilas dengan baja konstruksi. Proteksi lapis baja tambahan dapat dipasang dengan lapisan pasif. Stasiun penembak berada di sebelah kanan dan stasiun komandan di sebelah kiri, masing-masing dengan dilengkapi dengan tutup palka tunggal.

Lintasan turret 360° dengan kontrol digital. Baik penembak dan komandan memiliki tombol stop lintasan turret. Periskop memberikan penembak bidang pandang ke kanan dan ke bagian belakang kendaraan. Komandan memiliki relay optik sekunder dari pandangan penembak dan juga periskop dengan bidang pandang ke depan, kiri dan belakang.

Bionix 25 dan Bionix 40/50
Bionix 25 (kiri) dipersenjatai dengan meriam 25 mm dan Bionix 40/50 (kanan) dengan peluncur granat 40mm dan senapan mesin.

Hull (Lambung)

Hull dan turret kesemuanya dilas dengan baja konstruksi dengan proteksi lapis baja modular pasif. Akses ke kompartemen pasukan di bagian belakang kendaraan menggunakan power-operated ramp, yang dapat digunakan sebagai akses darurat dan pintu keluar.

Stasiun Pengemudi

Stasiun pengemudi memiliki tiga pemandangan periscopik. Kedua periskop luar adalah pemandangan siang sedangkan periskop pusat dapat dengan cepat berubah antara lingkup siang dan malam lingkup gambar-intensif.

Bionix khusus jembatan
Bionix khusus jembatan (AVLB), dilengkapi dengan jembatan MLC30

Mesin

Power pack, yang dapat dengan mudah dilepas di lapangan dalam waktu kurang dari 15 menit, dipasang di bagian kanan depan kendaraan.

Mesin diesel Detroit Diesel 6V-92TA turbocharged menghasilkan tenaga 475 hp pada 2.400 rpm, potensialnya mencapai 550hp. Mesin ini dilengkapi dengan injeksi diesel yang dikontrol secara elektronik. Kompartemen mesin dilengkapi dengan deteksi kebakaran otomatis dan sistem pencegah kebakaran dry-powder dilengkapi sebagai cadangan.

Kendaraan ini dilengkapi dengan transmisi otomatis hydromechanical HMPT-500EC dan final drive dari General Dynamics Land Systems.

Bionix recovery
Bionix recovery (ARV), dilengkapi dengan winch 25t dan derek 30t

Sistem pendingin, disediakan oleh Galley, dirancang untuk menjadikan kendaraan ini low thermal signature yang rendah. Dua tangki bahan bakar dengan total kapasitas 562l terpasang di kedua sisi dan di bagian atas lambung.

Suspensi dan Running Gear

Suspensi Hydrostrut dari Horstman Defence Systems, yang berbasis di Bath Inggris, memberikan stabilitas bagi pengoperasian sistem persenjataan dan kondisi mendaki yang nyaman. Suspensi ini merupakan hydropneumatic dan didasarkan pada unit suspensi Hydrogas yang terbukti keunggulannya dipasang pada tank Challenger dan AS 90 self-propelled howitzer.

Mobilitas

Bionix memiliki kecepatan 70km/jam di jalan mulus dan 25km/jam sampai 40km/jam di medan yang tidak rata. Dengan kecepatan 45km/jam, kendaraan ini mampu berjarak tempuh 415 km tanpa mengisi bahan bakar.

Bionix angkut infanteri
Bionix angkut Infanteri (ICV), dengan remote pada stasiun senjata

Dengan turning radius 9,9 m dan 6,5 m pivotal turn, kendaran ini dapat bermanuver dengan lincah di lingkungan perkotaan atau ruang terbatas.

Beberapa manuver rintangan yang bisa dilewati oleh Bionix antara lain parit 2,2 m, dinding setinggi 0,8m dan mampu melewati medan air dengan kedalaman 1m (dengan persiapan). Kendaraan ini sepenuhnya dapat menjadi kendaraan amfibi bila kit opsional telah dipasang.

Karakteristik dan Spesifikasi

Panjang : 6,3m
Lebar : 2,95m
Tinggi ke puncak lambung : 1,8m
Tinggi ke tip turret  : 2,57m
Kecepatan : 70km/jam

   Kecepatan medan off-road 25 sampai 40km/jam
Akselerasi dari 0 sampai 32km/jam : 10 detik